The Ignite Show


Education needs more advocates.  Students, teachers, and administrators need more advocates.   The Bammy Awards is one such initiative that is attempting to shine a bright light on the many amazing people in the trenches that are doing great things in the field of education.  Thankfully there are others who are beginning to step up as well.  I recently met Anne Ostholthoff at the inaugural Bammy Awards and have seen first-hand the work she is doing to launch the web based The Ignite Show.  Be sure to check out all the highlights and interviews from the Bammy Awards by clicking HERE.



Annes interest is to raise the level of public awareness and respect of education, and to engage the voices of teachers and students as part of determining the content they feature. She has asked for our help and I hope that you will do the following to assure we are involved in the kick-start of this worthwhile effort.  Just go to the Ignite Show Website to take a look and then click to help contribute thinking to their efforts.  Let’s help The Ignite Show become a resource that brings awareness to our work and the topics that matter most to you!

Thanks in advance for your help. We all want to move our profession forward, and I believe this effort is working hard to do positive things for us all.
Read More..

APLIKASI DAPODIKDAS DUKUNG PERENCANAAN PEMBANGUNAN PENDIDIKAN DITJEN DIKDAS SUDAH MULAI MENINGGALKAN PROPOSAL BASED PLANNING KE DATABASED PLANNING


Bandung (Dikdas): Kini Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar tengah mengembangkan aplikasi-aplikasi pemanfaatan Data Pokok Pendidikan Dasar (Dapodikdas). Aplikasi tersebut dapat digunakan untuk melakukan perencanaan pembangunan pendidikan baik di tingkat Pusat, Provinsi, maupun Kabupaten/Kota.

Selain itu juga sedang dilakukan pembangunan aplikasi distribusi data dari server Pusat ke Provinsi. Kemudian akan dilanjutkan distribusi data dari Provinsi ke Kabupaten/Kota. Diharapkan, dengan begitu, pengelola Dapodikdas di tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota dapat memanfaatkan Dapodikdas dengan sebaik-baiknya.

“Bapak-Ibu sekalian minimal bisa membuat profil pendidikan di Kabupaten/Kota masing-masing. Syukur-syukur lebih dari itu,” kata Supriyatno, M.A, Kepala Sub Bagian Data dan Informasi Bagian Perencanaan dan Penganggaran Sekretariat Ditjen Dikdas, saat membuka Training of TrainerPemanfaatan Sistem Pendataan Pendidikan Dasar angkatan V di Swiss-Belhotel Bandung, Jawa Barat, pada Kamis malam, 22 Mei 2014.

Dengan tersedianya data tiga entitas pendidikan yaitu peserta didik, satuan pendidikan, dan pendidik dan tenaga kependidikan, tambah Supriyatno, Pemerintah Daerah tak perlu lagi melakukan penjaringan data. Yang perlu terus dijaga adalah operator sekolah tetap memasukkan dan memperbarui data-data tersebut.

Lebih lanjut Supriyatno mengatakan, kini Ditjen Dikdas sudah mulai meninggalkan proposal based planning dan beralih ke databased planning. Hal ini dilakukan lantaran proposal based planning hanya menguntungkan sekolah-sekolah yang rajin mengirim proposal. Sementara sekolah lain yang tidak mengirim proposal padahal membutuhkan bantuan tak pernah tersentuh.

Dengan databased planningakan kelihatan sekolah mana yang membutuhkan guru, terjadi kelebihan guru, memerlukan ruang kelas baru dan perpustakaan,” ungkapnya.

ToT Pemanfaatan Sistem Pendataan Pendidikan Dasar angkatan V digelar pada 22-24 Mei 2014. Pesertanya berjumlah 103 orang. Mereka adalah petugas KK Datadik Kabupaten/Kota dari Provinsi Sulawesi Selatan, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Riau, Bali, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Utara. ToT kali ini merupakan angkatan terakhir dari serangkaian penyelenggaraan di Kota Bandung, Jawa Barat.* (Billy Antoro)

Sumber artikel & gambar : Ditjen Dikdas Kemdikbud RI
Read More..

Powered by Blogger.